(lanjutan dari bagian 1)
MINGGU
1 MEI 1994
Suasana
umum di paddock pada hari Minggu pagi, dalam ingatan banyak orang adalah salah satu yang tersuram di sejarah F1. Awan gelap yang menggantung
sejak pagi tidak juga pergi, meskipun cuaca musim semi sudah mulai hangat dan prospek balapan akan
seru sore itu. Perlombaan harus tetap diadakan, bahkan tim Simtek, memutuskan
untuk tetap berlomba guna mengenang Roland.
Pada
hari Minggu pagi saat pemanasan, Ayrton Senna memfilmkan lap dari dalam mobil Williams dengan
komentar melalui radionya untuk penyiar Perancis TF1. Alain Prost, rival abadi Senna yang telah
pensiun dari F1, kabarnya antara lain karena
kedatangan Senna di Williams, sekarang bekerja untuk saluran tersebut. Saat
melihat Prost, Senna menyapanya dari radio mobilnya dengan mengatakan:
“Halo
khusus untuk sahabat kita Alain. Kami semua merindukanmu, Alain. ”
Persaingan
penuh intrik di masa lalu tampaknya tidak berarti lagi bagi Senna karena dia
dan Prost menjadi lebih akrab setelah pensiun. Setelah
pemanasan, Senna meminta kru Williams untuk
tidak mengubah apa pun di mobil karena dia senang dengan kondisinya.
Pada
jam 11 pagi, para pengemudi menghadiri briefing pembalap yang memang biasanya diadakan pada
hari Minggu pagi. Mantan rekan setim Ayrton, Gerhard Berger dari McLaren, menjemputnya dari motor
home Williams. Dalam pertemuan itu, Berger, atas permintaan Senna (yang tidak
ingin menambah konflik lain setelah pertengkarannya dengan steward sehari
sebelumnya), membuat peryataan tentang Pace Car - yang baru tahun 1994 ini
diperkenalkan ke Formula 1. Mobil tersebut terlalu lambat dibandingkan mobil F1. Banyak yang menganggap
memiliki Pace Car di warm-up lap adalah
adaptasi dari balapan di Amerika. Pertama kali pace car digunakan pada warm-up
lap di GP Pasifik di Jepang. Para pengemudi F1 mengeluh tidak dapat
menghangatkan ban dan rem mereka secara efisien karena pace car tidak cukup cepat.
Semua pembalap menyetujui hal ini dan pace car pada lap formasi dihilangkan.
Sementara pada pertemuan itu, Senna berbicara
dengan beberapa pembalap lain tentang mengadakan pertemuan berkaitan keselamatan
ketika mereka semua berkumpul kembali di Monako. Michael Schumacher, Gerhard
Berger dan Senna sendiri telah setuju untuk mereformasi Assosciation Driver
Grand Prix (GPDA), dengan ketiganya menjadi direktur asosiasi. Bersamaan dengan
briefing ini, perlombaan Piala Porsche sedang berlangsung di sirkuit. Dalam
perlombaan ini, sebuah insiden terjadi dan pembalap Prancis Jacques Heuclin
terluka serius, hal tersebut semakin menambah suasana muram hari itu.
Sementara itu, persiapan pra-balapan BBC sebagai pemegang hak siar telah
dimulai. Setelah beberapa jam mengikuti acara sponsor, wawancara, dan persiapan
lomba, para pembalap masuk ke mobil mereka siap untuk memulai Grand Prix. Tidak
seperti biasanya, Senna melepas helmnya saat sudah di dalam mobilnya dan gambar-gambar
televisi di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia dalam suasana hati yang muram.
sang legenda tampak muram pada hari itu
Pukul 14:00 tiba dan Senna memimpin para pembalap di
warm up lap. Ketika mobil-mobil masuk ke posisi grid mereka, perhatian beralih
dari kengerian dua hari sebelumnya ke balapan seru yang akan segera berlangsung.
Lampu merah padam dan start balapan yang akan mengubah sejarah F1 selamanya
dimulai.
PERLOMBAAN
Dalam hitungan detik setelah lampu start padam,
bendera kuning sudah melambai dengan panik. JJ Lehto di posisi 5 di grid stall dan
gagal bergerak menjauh dari garis. Mobil-mobil mengalir melewati Benetton yang
tidak bergerak tersebut dan setiap mobil yang melintas mendekat dengan kecepatan semakin
tinggi. Tidak dapat dihindari bahwa akan ada mobil yang gagal melihat mobil
yang tidak bergerak tersebut. Pedro Lamy yang start dari grid 22 dengan Lotus-nya
menabrak bagian belakang Benetton JJ Lehto. Puing-puing, termasuk roda, terbang
ke kerumunan dan sembilan penonton menderita luka ringan. Ada juga kekhawatiran
bagi kondisi Lehto. Dia baru saja kembali setelah kecelakaan dalam tes di
Silverstone yang telah membuat retak tulang belakang di lehernya. Untungnya,
kedua pengemudi itu selamat tanpa cedera sedikitpun.
Pedro Lamy (Lotus) dan JJ Lehto (Benetton) pasca kecelakaan saat start
Safety Car keluar untuk ketiga kalinya
setelah diperkenalkan di musim sebelumnya. Senna merasakan kecepatan safety car
terlalu lambat, ia memposisikan mobil Williams nya di samping Safety car untuk meminta
pengemudinya melaju lebih cepat tetapi itu sia-sia karena kecepatan safety car
tersebut sudah maksimum. Sementara itu, mobil F1 di belakangnya kehilangan suhu
ideal untuk ban dan rem. Empat lap yang cukup lama
untuk membersihkan puing-puing di sekitar garis start dan baru pada akhir Lap 5 safety car masuk kembali ke pit. Perlombaan pun dimulai kembali. Lap 6 berlalu tanpa insiden
tetapi Schumacher di peringkat 2 semakin mendekati Ayrton. Pada Lap 7 hal yang tidak
terpikirkan oleh semua penggemar F1 pun terjadi.
Murray Walker memandu pemirsa Inggris lewat channel BBC
melaporkan apa yang terjadi di sirkuit ketika mobil yang sedang di depan menabrak
keras dinding kurva Tamburello.
"Yah, kita benar dengan Michael
Schumacher sekarang, dan Senna, astaga! Saya hanya melihatnya melenceng ke kanan,
apa yang sebenarnya terjadi di sana, saya tidak tahu. "
Mobil Senna telah meninggalkan lintasan dengan
kecepatan 305 kp/j. Dia sudah berusaha mengerem sehingga kecepatan tumbukan
dengan dinding beton adalah sekitar 200km/j. Bidikan kamera yang mencekam
menunjukkan Senna tidak bergerak sama sekali. Semenit berlalu sebelum Profesor
Sid Watkins tiba di tempat kejadian. Sejenak cerita utama adalah Senna gagal
mencetak kemenangan untuk ketiga kalinya di musim ini. Banyak yang percaya itu
adalah jenis tabrakan yang tidak fatal dan jika saja bagian suspensi yang
menghantam helm Senna hanya beberapa inci lebih tinggi atau lebih rendah, kemungkinan besar Senna akan berjalan kembali ke paddock dengan selamat pada hari
itu. Hal sebaliknya sedang terjadi di Tamburello, Senna tidak sadarkan diri dan hanya tingkat kebugaran Senna
sajalah yang membuat kematiannya tidak instan.
Helikopter medis tiba dan mendarat di lintasan,
siap mengangkut Senna begitu upaya telah dilakukan untuk menstabilkannya.
Kembali di pit, satu mesin mobil tiba-tiba terdengar. Tim Larrousse sibuk
mengerjakan mobil dan mungkin tidak memperhatikan monitor televisi. Entah
bagaimana, mobil Erik Comas diizinkan untuk meninggalkan pit dan dengan cepat
Comas dihadapkan dengan adegan kecelakaan saat ia menginjak rem di Tamburello.
Dia beruntung tidak menabrak salah satu petugas kesehatan atau petugas medis
yang ada di tempat kejadian. Dia menghentikan mobilnya dan segera keluar dari mobilnya, mencerminkan
apa yang telah dilakukan Senna untuknya di Spa pada tahun 1992 dan
menyelamatkan nyawa Comas. Tapi ia tidak berdaya melihat apa yang sedang terjadi. Ada kesimpangsiuran kenapa mobil
Comas bisa meninggalkan pit, ada sebagian kabar yang mengatakan Comas sendiri
yang memaksa untuk keluar pit dan menuju Tamburello karena melihat apa yang
terjadi pada Senna.

Mobil Eric Comas tiba-tiba muncul di Tamburello padahal lomba sudah dihentikan beberapa menit sebelumnya
Awalnya,
berbagai rumor tentang kondisi Ayrton Senna beredar. Mulai dari kematian instan
hingga hanya jari yang patah. Di pusat media, dunia jurnalisme olahraga selalu bergerak cepat, berita kematian sudah disiapkan oleh para wartawan,
meskipun belum ada berita valid tentang kondisi Senna. Dari cara Senna
dikeluarkan dari mobil, jelas bagi banyak orang bahwa lukanya sangat serius.
Seiring berjalannya waktu, tersebar kabar bahwa Senna menderita luka parah.
Helikopter medis membawa Senna langsung ke rumah sakit di Bologna, bukan pusat
medis sirkuit seperti prosedur biasa. Pernyataan resminya adalah bahwa Ayrton berada
dalam kondisi kritis, tanpa ada penjelasan lebih lanjut mengenai lukanya. Damon
Hill, rekan setim Senna, telah diberi tahu selama periode red flag bahwa
laporan awal adalah cedera serius tetapi ia
sendiri tetap diminta melanjutkan lomba. Acara balapan pun berlanjut.
Pukul 14.55 sore balapan kembali berlangsung.
Perlombaan dimulai kembali pada Lap 6 dengan Lap 6 dan 7 sebelumnya dihapus.
Untuk menambah kebingungan pada hari itu, sebagai akibat dari bendera merah,
hasil balapan akan ditentukan secara agregat dari 5 lap pertama dan 53 lap yang
tersisa. Nada suara Murray Walker telah berubah dari antusiasme menjadi tidak
tertarik; balap tidak lagi penting pada hari itu. Pada titik ini
semua orang berharap agar balapan segera berakhir. Pada hari lain, perlombaan
sebenarnya akan dianggap berlangsung menarik: Berger telah menyalip Schumacher saat
restart, Hill sedang berjuang keras dari belakang setelah melakukan kontak
dengan Schumacher. Hakkinen memimpin 1 lap pertamanya dalam perlombaan
F1. Gerhard Berger belakangan mengatakan justru bersyukur bahwa ia harus berhenti dari
pimpinan lomba karena McLaren nya mengalami kerusakan suspensi.
Peristiwa mengerikan di akhir pekan belum berakhir.
Pada Lap 48 ada insiden lain. Kali ini adalah Michele Alboreto di pit. Bannya
lepas dan meluncur di pitlane, melukai empat mekanik - dua dari Lotus dan dua
dari Ferrari . Kemudian memantul ke trek dan untungnya berhenti sebelum melukai
orang lain.
Ban mobil Minardi milik Michele Alboreto lepas dan melukai sejumlah kru pit
Schumacher akhirnya memenangkan perlombaan dan
bergabung di podium dengan Mika Hakkinen di posisi ketiga dan Larini di posisi
kedua Bagi Larini ini adalah sebuah kejutan dengan satu-satunya podium yang
pernah diraihnya dalam F1. Michael Schumacher telah dikritik di masa lalu karena
merayakan kemenangannya di podium, tetapi kita harus ingat bahwa pada saat itu,
kondisi Senna mungkin belum diketahui banyak pembalap. Tim akan menyimpan informasi itu dari mereka
untuk tidak menghalangi fokus mereka dari balap . Michael Schumacher tahu bahwa
Senna dalam keadaan kritis, tetapi tidak menyadari sampai setelah naik podium
betapa buruk situasinya.
Ketika
podium berakhir, penggemar meninggalkan sirkuit dan ada kesibukan dari
orang-orang di paddock yang terdekat dengan Senna, termasuk Gerhard Berger yang
berangkat dengan helikopter ke rumah sakit. Schumacher kembali ke motor home
Benetton setelah naik podium dan, menurut kabar, bersumpah bahwa ia tidak
pernah ingin balapan lagi setelah mendengar kondisi Senna. Mobil Ayrton telah dibereskan
dan dibawa kembali ke pit dijaga oleh polisi bersenjata. Marshal menemukan
bendera dari dalam kokpit. Itu adalah bendera Austria, yang akan dilambaikan
Senna sebagai penghormatan kepada Roland Rateznberger seandainya ia memenangkan
Grand Prix nya yang ke-42.
Sementara itu, pada pukul 4:30 sore, dokter dari
rumah sakit Bologna membaca pernyataan yang mengkonfirmasi kondisi Senna - dia
mengalami kerusakan otak dan koma.. Laporan berikut dijadwalkan pada pukul 6 sore.
Dokter muncul kembali pada pukul 6:05 sore di tengah kerumunan yang sekarang muram
dan gelisah. Ayrton Senna secara klinis sudah meninggal. Mesin pendukung kehidupan
membuatnya tetap hidup secara artifisial, tetapi dia tidak akan pernah sadar. Hanya
tiga puluh lima menit kemudian, ada kabar bahwa dunia balap telah kehilangan
salah satu bintang terbesarnya. Ayrton Senna telah meninggal karena kerusakan
otak yang tidak dapat dipulihkan.
SETELAH
BENCANA
Besarnya dampak kematian Senna dan dampak dari
seluruh acara Imola pada olahraga motor tidak terduga. Orang-orang di media
mulai mempertanyakan integritas F1 setelah itu. Publik mempertanyakan mengapa
dua pembalap meninggal dalam dua hari dan apakah risiko balapan layak ditukar
dengan nyawa. Koran-koran membutuhkan seseorang untuk disalahkan, seseorang
untuk mengarahkan jari dan membuat seseorang menjadi figur penjahat untuk oplah penjualan koran
yang lebih besar. Beberapa pihak percaya bahwa perlombaan seharusnya
tidak pernah terjadi karena di bawah hukum Italia jika ada kematian di acara
olahraga, sisa acara harus dibatalkan. Namun Ratzenberger meninggal di Rumah
Sakit Bologna, bukan seketika di balapan tersebut. Orang-orang ingin tahu bagaimana kecelakaan Senna terjadi. Jawabannya akan dikerjakan dalam
pertempuran pengadilan yang panjang yang berlangsung selama lebih dari satu
dekade.
Di Brasil, curahan kesedihan sangat besar. Kepergian Senna
dianggap sebagai tragedi nasional dan menjadi tiga hari berkabung nasional.
Peti mati Senna diterbangkan kembali ke Brasil untuk pemakamannya yang
disiarkan langsung di TV Brasil. 3 juta orang berkumpul di Sao Paulo pada 4 Mei
untuk meratapi pahlawan mereka. Pemakaman itu dihadiri oleh pembalap dan juara
Formula Satu terkemuka termasuk Alain Prost dan Jackie Stewart. Makamnya
memiliki tulisan di batu nisan: "Nada pode me separar do amor de
Deus", yang diterjemahkan sebagai "Tidak ada yang dapat memisahkan
saya dari cinta Tuhan". Ayrton dimakamkan di Sao Paulo
.
Sebaliknya, pemakaman Roland Ratzenberger berlangsung
pada 7 Mei di Salzburg. Di antara para pelayat, hanya 4 dari pengemudi tahun 1994 yang
hadir. Ada Johnny Herbert, Heinz-Harald Frentzen, Gerhard Berger, dan sesama pembalap Austria Karl Wendlinger. Max Mosley presiden FIA juga hadir. Dia berkata:
“Roland sudah dilupakan. Jadi saya pergi ke
pemakamannya karena semua orang pergi ke pemakaman Senna Saya pikir itu penting
bahwa seseorang pergi ke rumahnya."
Roland memiliki rencana untuk mengambil bagian di
Le Mans musim panas itu dan namanya dibiarkan tercantum pada mobilnya untuk mengenangnya
pada balapan tersebut. Mobil tersebut finish di posisi ke-2 di LeMans.
WARISAN YANG TERAKHIR
Kematian bukanlah hal baru di F1. Tapi cara di
mana akhir pekan Imola dipancarkan ke jutaan rumah di seluruh dunia berarti
bahwa orang melihat langsung dampak kematian pengemudi pada olahraga ini.
Keamanan harus ditingkatkan dan pembuat peraturan tidak membuang waktu untuk
membuat F1 lebih aman. Warisan abadi Ratzenberger adalah perangkat HANS, yang
mencegah jenis cedera yang diderita Roland. Perangkat ini diperkenalkan pada
tahun 2001 dan dibuat wajib pada tahun 2003. Perangkat ini telah menyelamatkan
banyak nyawa, tidak hanya di Formula Satu tetapi di seluruh motorsport. Selain
itu, desain helm diperbaiki - visor dibuat lebih tebal dan helm dibuat lebih
kuat. Perbaikan ini menyelamatkan nyawa Felipe Massa dalam kecelakaannya tahun
2009. Setelah kecelakaan akhir pekan Imola dengan roda dan batang suspensi,
keamanan ban juga ditingkatkan. Sejak 1999, roda-roda mobil Formula Satu telah
terpasang pada sasis dengan sling baja, yang berarti mereka tidak terlelmpar
dari mobil saat terkena benturan. Batas kecepatan pit lane diperkenalkan.
Insiden Alboreto di pit juga berarti kewajiban bagi kru pit untuk mengenakan
helm setiap saat di pit lane. Itu juga membuat aturan diberlakukan untuk tidak
ada anggota kru pit untuk keluar di pit lane kecuali mobil yang sedang mereka
kerjakan sedang masuk pit.
Terlepas dari semua janji dan semua perubahan yang
dibuat untuk putaran musim berikutnya, perasaan muram kembali mengambil alih
paddock di Monako pada seri berikutnya. Selama latihan Kamis, kecelakaan besar
bagi Karl Wendlinger membuatnya koma selama berminggu-minggu. Syukurlah, dia
pulih dan, meskipun dia tidak pernah bisa kembali ke form terbaiknya di F1, dia tetap bisa balapan dan memiliki karir cemerlang di balap mobil turing. FIA
dipaksa oleh opini publik untuk membuat banyak perubahan, yang mereka umumkan
pada hari Jumat di Monako.
Segala perbaikan ini membuat F1 sangat
aman selama 20 tahun. Tidak ada korban jiwa dari para pembalap hingga
kecelakaan Jules Bianchi di Suzuka tahun 2014.
Kecelakaan Karl Wendlinger (Sauber) di Monako dua minggu kemudian juga sangat mengerikan
Dirangkum dari beberapa sumber, sebagian besar dari:
http://www.lightsoutblog.com/2016/04/28/imola-1994-the-full-story/